Ikhlas Bhakti Bina Praja Muda Karana

Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN

Apakah arti kepemimpinan? Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18.

Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:

1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung

melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu

(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

2. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk

mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).

3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang

diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).

Pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi,

melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.

Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:

Pemimpin bekerja dengan orang lain

Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan

atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar

organisasi.

Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas).

Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,

mengadakan evaluasi, untuk mencapai hasil yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab

untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.

Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas

Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas

dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat

mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur

waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual

Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual.

Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat

menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.

Pemimpin adalah seorang mediator

Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat

menjadi seorang mediator (penengah).

Pemimpin adalah politisi dan diplomat

Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang

diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.

Pemimpin membuat keputusan yang sulit

Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :

1. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin

yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.

2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.

3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan,

sumber alokasi, dan negosiator

. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney)

sebagai berikut:

1. Seorang yang belajar seumur hidup

Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar

melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang

baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.

2. Berorientasi pada pelayanan

Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan

prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan,

pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.

3. Membawa energi yang positif

Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif

didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk

itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin

harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak

ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang

positif, seperti ;

a. Percaya pada orang lain

Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga

mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh

karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.

b. Keseimbangan dalam kehidupan

Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada

prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan

rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan

Kata ‘tantangan’ sering di interpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan

berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab

kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman

yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif,

ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.

d. Sinergi

Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis

perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya.

Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak.

Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari

pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis

dengan setiap orang atasan, staf, teman sekerja.

e. Latihan mengembangkan diri sendiri

Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai

keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses.

Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang

berhubungan dengan: (1) pemahaman materi; (2) memperluas materi melalui

belajar dan pengalaman; (3) mengajar materi kepada orang lain; (4)

mengaplikasikan prinsip-prinsip; (5) memonitoring hasil; (6) merefleksikan

kepada hasil; (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi; (8)

pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi.

Ajaran kepemimpinan Ki Hajar Dewantara (asas kepemimpinan Pancasila)

ı Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya

menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.

ı_Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa

dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.

ı_Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya

berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

Ajaran Kepemimpinan ASTABRATA

Seorang (pemimpin) itu harus dapat mencerminkan sifat-sifat :

1. Indra Brata, beliau sebagai dewa hujan.Pemimpin hendaknya mampu menciptakan

kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyatnya.

2. Yama Brata, dewa penegak kebenaran. Pemimpin hendaknya tidak pilih kasih dalam

menjatuhkan hukuman bagi rakyatnya.

3. Surya Brata, (matahari) beliau memberikan penerangan menyeluruh dan

merata.Pemimpin harus tegas dalam mengambil suatu keputusan dan selalu bertindak

persuasif,serta dapat memberi pencerahan kepada rakyatnya.

4. Candra Brata (bulan),bersifat menyejukan,tenang,dan lemah lembut.Seorang

pemimpin mampu menyenangkan hati bagi rakyatnya.

5. Bayunila Brata, beliau berifat angin yang dapat memasuki semua tempat.Pemimpin itu

senantiasa mengayomi rasa aman dan bertanggungjawab secara transparan.

6. Kuwera Brata, dewa pemurah hati pemberi kekayaan atau dewa uang. Pemimpin

mampu mengelola sumber kekayaan alam untuk kesejahteraan seluruh rakyat.

7. Baruna Brata,dewa penguasa laut (Samudra) dengan senjata Nagapasanya.Pemimpim

minimal memiliki pengetahuan yang luas untuk mengikat semua pendapat,dan secara

cepat menyimpulkannya.

8. Agni Brata. Dewa api,sifat api ganas tak pandang bulu.Seorang pemimpin selain dapat

membangkitkan semangat seluruh rakyat untuk membagun,juga berani menghadapi

setiap tantangan dan selalu dapat mengatasinya.Kalau berperang selalu dipihak yang

menang.

Gaya kepemimpinan berdasar cara memimpin

1. Otokratis : Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam

mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan sangat dominan

digunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri,

dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja

yang diperintahkan. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atas

ancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antaranya

memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan

pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten.

2. Partisipasif : Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga

keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.

3. Demokrasi : Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan

pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan

pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama,

mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.

4. Kendali Bebas : Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur

organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari

kuasa dan tanggung – jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik

dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri.

Gaya kepemimpinan berdasar cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan cara

mereka membantu bawahannya. Keempat gaya tersebut adalah

1. Directing :Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum

memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Atau apabila anda

berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Kita menjelaskan apa yang perlu dan apa

yang harus dikerjakan. Dalam situasi demikian, biasanya terjadi over-communicating

(penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan dan pembuangan waktu).

Dalam proses pengambilan keputusan, pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses

yang detil kepada bawahan. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil

yang sudah dikerjakan.

2. Coaching : Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi

juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil, mendukung proses

perkembangannya, dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya yang tepat

apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas.

Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya,

dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan

mereka.

3. Supporting : Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya

dalam melakukan tugas. Dalam hal ini, pemimpin tidak memberikan arahan secara detail,

tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan

bawahan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang

dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan anda. Dalam hal ini

kita perlumeluangkan waktu untuk berbincang – bincang, untuk lebih melibatkan mereka

dalam penganbilan keputusan kerja, serta mendengarkan saran – saran mereka mengenai

peningkatan kinerja.

4. Delegating : Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan

tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita

sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan, sehingga kita dapat melepas mereka

menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri.

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

KEPEMIMPINAN

Apakah arti kepemimpinan? Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada abad 18.

Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:

1. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung

melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu

(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

2. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk

mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).

3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang

diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).

Pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana, mengkoordinasi,

melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-sama.

Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:

• Pemimpin bekerja dengan orang lain

Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan

atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar

organisasi.

• Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas).

Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,

mengadakan evaluasi, untuk mencapai hasil yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab

untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.

• Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas

Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas

dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat

mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur

waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

• Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual

Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual.

Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat

menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.

• Pemimpin adalah seorang mediator

Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat

menjadi seorang mediator (penengah).

• Pemimpin adalah politisi dan diplomat

Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang

diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.

• Pemimpin membuat keputusan yang sulit

Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :

1. Peran hubungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin

yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.

2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.

3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan,

sumber alokasi, dan negosiator

. Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney)

sebagai berikut:

1. Seorang yang belajar seumur hidup

Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, belajar

melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang

baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.

2. Berorientasi pada pelayanan

Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan

prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan,

pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.

3. Membawa energi yang positif

Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif

didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk

itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin

harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak

ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang

positif, seperti ;

a. Percaya pada orang lain

Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga

mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh

karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.

b. Keseimbangan dalam kehidupan

Seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada

prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan

rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan

Kata ‘tantangan’ sering di interpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan

berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab

kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman

yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif,

ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.

d. Sinergi

Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis

perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya.

Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak.

Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari

pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis

dengan setiap orang atasan, staf, teman sekerja.

e. Latihan mengembangkan diri sendiri

Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai

keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses.

Proses daalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang

berhubungan dengan: (1) pemahaman materi; (2) memperluas materi melalui

belajar dan pengalaman; (3) mengajar materi kepada orang lain; (4)

mengaplikasikan prinsip-prinsip; (5) memonitoring hasil; (6) merefleksikan

kepada hasil; (7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi; (8)

pemahaman baru; dan (9) kembali menjadi diri sendiri lagi.

Ajaran kepemimpinan Ki Hajar Dewantara (asas kepemimpinan Pancasila)

ı Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya

menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.

ı_Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa

dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.

ı_Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya

berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.

Ajaran Kepemimpinan ASTABRATA

Seorang (pemimpin) itu harus dapat mencerminkan sifat-sifat :

1. Indra Brata, beliau sebagai dewa hujan.Pemimpin hendaknya mampu menciptakan

kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyatnya.

2. Yama Brata, dewa penegak kebenaran. Pemimpin hendaknya tidak pilih kasih dalam

menjatuhkan hukuman bagi rakyatnya.

3. Surya Brata, (matahari) beliau memberikan penerangan menyeluruh dan

merata.Pemimpin harus tegas dalam mengambil suatu keputusan dan selalu bertindak

persuasif,serta dapat memberi pencerahan kepada rakyatnya.

4. Candra Brata (bulan),bersifat menyejukan,tenang,dan lemah lembut.Seorang

pemimpin mampu menyenangkan hati bagi rakyatnya.

5. Bayunila Brata, beliau berifat angin yang dapat memasuki semua tempat.Pemimpin itu

senantiasa mengayomi rasa aman dan bertanggungjawab secara transparan.

6. Kuwera Brata, dewa pemurah hati pemberi kekayaan atau dewa uang. Pemimpin

mampu mengelola sumber kekayaan alam untuk kesejahteraan seluruh rakyat.

7. Baruna Brata,dewa penguasa laut (Samudra) dengan senjata Nagapasanya.Pemimpim

minimal memiliki pengetahuan yang luas untuk mengikat semua pendapat,dan secara

cepat menyimpulkannya.

8. Agni Brata. Dewa api,sifat api ganas tak pandang bulu.Seorang pemimpin selain dapat

membangkitkan semangat seluruh rakyat untuk membagun,juga berani menghadapi

setiap tantangan dan selalu dapat mengatasinya.Kalau berperang selalu dipihak yang

menang.

Gaya kepemimpinan berdasar cara memimpin

ı_Otokratis : Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam

mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan sangat dominan

digunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri,

dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja

yang diperintahkan. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atas

ancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antaranya

memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan

pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten.

ı_Partisipasif : Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga

keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak.

ı_Demokrasi : Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan

pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan

pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama,

mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri.

ı_Kendali Bebas : Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur

organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari

kuasa dan tanggung – jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik

dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri.

Gaya kepemimpinan berdasar cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan cara

mereka membantu bawahannya. Keempat gaya tersebut adalah

ı_Directing :Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum

memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Atau apabila anda

berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Kita menjelaskan apa yang perlu dan apa

yang harus dikerjakan. Dalam situasi demikian, biasanya terjadi over-communicating

(penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan dan pembuangan waktu).

Dalam proses pengambilan keputusan, pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses

yang detil kepada bawahan. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil

yang sudah dikerjakan.

ı_Coaching : Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi

juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil, mendukung proses

perkembangannya, dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya yang tepat

apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas.

Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya,

dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan

mereka.

ı_Supporting : Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya

dalam melakukan tugas. Dalam hal ini, pemimpin tidak memberikan arahan secara detail,

tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan

bawahan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang

dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan anda. Dalam hal ini

kita perlumeluangkan waktu untuk berbincang – bincang, untuk lebih melibatkan mereka

dalam penganbilan keputusan kerja, serta mendengarkan saran – saran mereka mengenai

peningkatan kinerja.

ı_Delegating : Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan

tanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita

sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan, sehingga kita dapat melepas mereka

menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s